Sisi Lain

“Seorang pria mencuri sekaleng susu di minimarket.”
“Pelacur itu tertangkap hendak melayani tamunya.”
“Seorang pelajar SMA memukul temannya di kantin sekolah.”

Setelah membaca ketiga kalimat tadi, apa yang terlintas dibenak kalian?

Orang-orang tak tahu diri? Orang-orang tak berpendidikan? Orang-orang yang kotor? Orang-orang nista? Semua orang hanya melihat kesalahan yang diperbuat orang lain. Hanya melihat dari sisi “apa” yang mereka lihat tanpa ingin tahu sisi “mengapa” mereka melakukannya. Dan tanpa pikir panjang langsung memusuhi ataupun mengucilkan.

Tapi tahukah kalian bahwa lelaki yang mencuri sekaleng susu itu anak balitanya sudah tiga hari menjerit karena kelaparan? Bukan keputusan yang mudah untuknya mencuri sekaleng susu. Sangat sulit.

Lalu, tahukah kalian bahwa wanita jalang itu harus menghidupi dua orang adiknya yang masih sekolah karena kedua orang tuanya bercerai dan menelantarkan mereka? Wanita mana yang mau menjadi seorang pelacur? Tak ada satupun.

Dan tahukah kalian bahwa pelajar yang memukuli temannya itu karena ibunya yang cacat dihina? Dia amat mencintai ibunya dan tak akan membiarkan satu orangpun menghina wanita yang sangat dihormatinya.

Orang-orang hanya akan melihat sisi gelap dan kesalahan orang lain tanpa mengamati sebab akibat dari kesalahan itu. “Tak ada orang yang sempurna” hanya menjadi sebuah ungkapan yang diakui secara formalitas.

Lalu apa yang harus diperbuat? Ubahlah cara berpikir kalian. Jangan hanya melihat dari satu sudut pandang, namun amatilah dari sudut pandang yang berbeda. Bukan saya membela sebuah kesalahan. Memang kesalahan tidak bisa dibenarkan, dan kebenaran tidak bisa disalahkan. Namun poinnya adalah, bukankah lebih baik jika kita meluruskan yang bengkok? Bukan malah mematahkan yang sudah bengkok.

Tuntunlah orang tersebut ke arah yang lebih bermanfaat. Tak perlu memandangnya rendah. Setiap orang pasti memiliki sisi kebaikan. Bahkan seorang pembunuh masalpun masih memiliki hati nurani. Dan tak dipungkiri, seorang ahli agamapun juga memiliki sisi buruk, memiliki sisi negatifnya. Itu tergantung bagaimana kita mengendalikan sisi baik dan buruk yang kita miliki.

Amati, jangan hanya melihat. Karena dengan mengamati kalian tak hanya tahu sisi “apa”nya, namun kalian juga akan tahu dari segala sisi, sebab dan akibat. Setiap orang pasti melakukan kesalahan, namun orang yang bersalah bukan berarti tidak memiliki kebaikan. Berbuat baiklah kepada semua orang, karena sejatinya kalian hanya sok tahu dan tak mau tahu.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s